Kurma Avatar
Tuhan menopang Gunung Mandara di punggung-Nya saat pengadukan Samudra Susu (Samudra Manthan) untuk menghasilkan nektar keabadian, dan Dewa Shiva meminum racun mematikan demi keselamatan alam semesta.
๐ Katha (Kurma Avatar)
Teacher's Guide & Sacred ScripturesSuatu ketika, petapa agung Durvasa Muni mengutuk para dewa hingga kehilangan seluruh kesaktian dan kekuatan mereka. Seketika para dewa menjadi lemah tak berdaya, sedangkan kaum demon bertambah kuat dan menguasai berbagai alam semesta. Dalam keputusasaan, para dewa menghadap Tuhan Vishnu untuk memohon petunjuk.
Vishnu memberikan nasihat bijak: 'Karena para demon sedang lebih kuat dari kalian saat ini, janganlah melawan mereka dengan peperangan. Berdamailah dan ajaklah mereka bekerja sama mengaduk Samudra Susu. Dari pengadukan itu akan muncul amrita (nektar keabadian). Siapa pun yang meminumnya akan hidup abadi. Masukkan segala tanaman obat dan herba ke dalam samudra. Gunung Mandara akan menjadi tongkat pengaduk, dan Vasuki, raja para ular, akan menjadi tali pengaduknya. Racun mematikan akan keluar lebih dulu, namun janganlah gentar, Aku akan datang menolong kalian.'.
Para demon menyetujui rencana tersebut. Mereka bersama para dewa mencabut Gunung Mandara emas dan membawanya ke samudra. Raja ular Vasuki bersedia menjadi tali penarik dengan imbalan bagian nektar. Ketika pengadukan dimulai, para dewa memegang kepala ular, namun para demon yang curiga bersikeras menuntut untuk memegang bagian kepala karena menganggap diri mereka lebih terhormat.
Karena Gunung Mandara sangat berat dan dasar samudra berupa lumpur tanpa penopang, gunung emas itu mulai tenggelam ke dasar laut. Semua pihak panik dan merasa tak berdaya. Pada saat genting itulah, Tuhan Yang Maha Esa muncul dalam wujud Kurmaโkura-kura kosmik raksasa. Beliau menyelam ke dasar samudra dan mengangkat Gunung Mandara tepat di atas tempurung punggung-Nya yang kokoh. Pengadukan samudra pun berlanjut dengan mulus. Putaran gunung di punggung Kurma bahkan terasa seperti pijatan dan garukan yang menyenangkan bagi-Nya.
Dari gesekan dahsyat samudra, keluarlah racun beracun pekat bernama Kalakuta yang asapnya membakar langit dan mengancam memusnahkan seluruh semesta! Para dewa dan demon bersujud memohon pertolongan Dewa Shiva. Dengan welas asih tanpa batas, Dewa Shiva menampung racun itu di telapak tangannya dan meminumnya demi menyelamatkan semua makhluk. Racun itu tertahan di tenggorokannya hingga leher beliau berwarna kebiruan (Nilakantha). Sedikit tetesan racun yang jatuh ke bumi menjadi asal mula hewan berbisa seperti kalajengking dan ular.
๐ Pengorbanan Luhur Dewa Shiva (Nilakantha)
Dari pengadukan Samudra Susu, racun pekat Kalakuta muncul dan mengancam semesta. Para dewa dan demon memohon perlindungan Dewa Shiva.
Dewa Shiva meminum racun itu demi keselamatan semua makhluk, menahannya di leher hingga berwarna kebiruan (Nilakantha).
Analogi Mengaduk Susu Menjadi Mentega: Untuk menghasilkan sari pati kebajikan dan kebijaksanaan tertinggi, hidup kita terkadang harus melalui proses pengadukan batin yang berat dan menghadapi racun cobaan sebelum manisnya hasil kebajikan muncul.
- โ Kepatuhan pada nasihat orang suci dan petunjuk Tuhan membawa jalan keluar.
- โ Kesediaan berkorban demi keselamatan orang lain (keteladanan luhur Dewa Shiva).
- โ Kerjasama dan kerendahan hati melampaui ego persaingan sempit.
Segala kejayaan bagi Keshava, Penguasa Alam Semesta, Yang mengambil wujud suci seekor kura-kura, Dan menopang gunung agung Mandara di atas punggung-Nya yang perkasa, Membiarkannya berputar mengaduk samudra laksana roda kosmik.
Latihan
Selesaikan latihan pemahaman bacaan, tebak susun huruf, dan urutan kronologis peristiwa sesuai buku pedoman siswa.
Buka Lembar Kerja Siswa โ