Buddha Avatar
Tuhan muncul sekitar 2.500 tahun lalu sebagai Pangeran Siddhartha Gautama yang meninggalkan kemewahan istana setelah melihat kenyataan penyakit, usia tua, dan kematian, guna mengajarkan ahimsa (tanpa kekerasan) dan menghentikan pembantaian hewan bertopengkan ritual suci.
๐ Katha (Buddha Avatar)
Teacher's Guide & Sacred ScripturesBeliau lahir sebagai pangeran di India utara bernama Siddhartha Gautama. Sejak bayi, ayahnya sang raja melindunginya di dalam istana megah berbalut sutra, makanan lezat, dan musik merdu, tanpa membiarkannya melihat kepedihan dunia luar. Namun rasa penasaran mendorong Siddhartha muda berkendara keluar istana. Di desa terdekat, ia terperangah menyaksikan empat pemandangan yang mengguncang jiwanya: seorang kakek renta yang bungkuk, seorang penderita penyakit parah yang mengerang kesakitan, sesosok jenazah yang diusung ke tempat pembakaran, dan seorang petapa yang tenang. Untuk pertama kalinya sang pangeran menyadari bahwa dunia fana diliputi penderitaan usia tua, penyakit, dan maut.
Didorong tekad membara menemukan jalan pembebasan dari penderitaan, Siddhartha pada suatu malam mengendap-endap meninggalkan istana, melepas jubah sutra dan perhiasannya, mencukur rambut hitamnya, mengenakan kain jingga sederhana, dan membawa mangkuk sedekah. Beliau berguru kepada berbagai resi dan bertapa keras di hutan hingga tubuhnya amat kurus. Menyadari bahwa siksaan jasmani ekstrem tidak membawa jawaban, beliau tiba di Gaya dan duduk bermeditasi hening di bawah pohon ara raksasa (Bodhi Tree). Menjelang fajar purnama di bulan Mei saat bintang timur bersinar terang, keheningan batin tertinggi merekah di dalam dirinya. Beliau tidak lagi bergelar Siddhartha, melainkan Sang Buddhaโ'Yang Telah Tercerahkan'.
Selama 45 tahun berikutnya, Buddha berjalan tanpa henti dari desa ke desa membabarkan intisari ajarannya: Ahimsa (tanpa kekerasan). Pada masa itu, orang-orang gemar menyembelih hewan untuk kepuasan lidah dan nafsu makan daging, seraya berdalih menggunakan kutipan ritual kurban hewan dalam naskah kuno. Karena masyarakat menyalahgunakan ayat suci untuk melegalkan kekejaman, Buddha secara luar biasa mengajarkan agar mereka menolak naskah yang disalahpahami tersebut dan memusatkan diri pada welas asih universal dengan mengikuti petunjuk-Nya secara langsung. Karena Buddha adalah wujud keilahian, siapa pun yang mengikuti ajaran kasih-Nya disucikan dari noda dosa kekerasan.
Obat Pahit bagi Pasien yang Salah Membaca Resep: Ketika pasien menyalahgunakan resep obat hingga keracunan, dokter menarik kembali botol obat tersebut dan memberikan penawar langsung untuk menyelamatkan nyawanya.
- โ Prinsip Ahimsa: Menyayangi dan tidak menyakiti hewan serta semua makhluk bernyawa.
- โ Kekayaan lahiriah dan kemewahan materi tidak dapat menghentikan kepedihan batin.
- โ Menjaga kejujuran rohani tanpa menjadikan ritual agama sebagai dalih kepuasan hawa nafsu.
Segala kejayaan bagi Keshava, Penguasa Alam Semesta, Yang mengambil wujud suci Sang Buddha, Yang karena dorongan hati-Nya yang penuh welas asih mengecam praktik penyembelihan hewan-hewan tak bersalah yang disalahgunakan atas nama ritual korban suci Veda.
Latihan
Selesaikan latihan pemahaman bacaan, tebak susun huruf, dan urutan kronologis peristiwa sesuai buku pedoman siswa.
Buka Lembar Kerja Siswa โ