📜 Narasi Kisah Suci (Katha)
Berbeda dengan Avatar sebelumnya yang membawa cakra, panah, atau pedang untuk menumpas para iblis, Sri Chaitanya Mahaprabhu tidak membinasakan tubuh para penjahat, melainkan membunuh sifat jahat di dalam hati mereka dengan senjata pelantunan Harinama Sankirtana: 'Hare Krishna Hare Krishna Krishna Krishna Hare Hare / Hare Rama Hare Rama Rama Rama Hare Hare'!
Di kota Navadvipa, hiduplah dua bersaudara perampok dan pemabuk kejam bernama Jagai dan Madhai. Suatu sore saat Nityananda Prabhu sedang melantunkan nama suci di jalan, Madhai yang mabuk melempar pecahan periuk tanah liat hingga kening Nityananda terluka berdarah!
Bukannya marah, Nityananda Prabhu justru tersenyum dan memeluk Madhai sambil berkata: 'Tak mengapa engkau melukai keningku, saudaraku, asalkan engkau bersedia menyebut nama suci Sri Krishna!'. Menyaksikan welas asih yang melampaui batas manusia ini, hati Jagai dan Madhai runtuh. Mereka menangis, bersujud memohon ampun, meninggalkan semua kejahatan, dan menjadi pemuja suci yang dicintai semua orang.