📜 Narasi Kisah Suci (Katha)
Ketika dikutuk oleh Prajapati Daksha untuk tidak pernah bisa menetap di satu tempat, Narada dengan gembira memanfaatkan hal tersebut untuk berkelana melintasi planet-planet menebarkan benih cinta bakti. Narada membimbing Vyasadeva menyusun Srimad-Bhagavatam, mengajarkan mantra pada Dhruva, dan menginsyafkan Valmiki.
Dalam kisah di tepi Gangga, seorang sarjana brahmana sombong bertanya kapan ia akan pulang ke dunia rohani. Narada menjawab bahwa saat mengunjungi Tuhan, Tuhan sedang memasukkan seekor gajah melalui lubang jarum. Sang sarjana tertawa mencemooh cerita itu. Namun ketika Narada menceritakan hal yang sama kepada seorang tukang sepatu miskin, tukang sepatu itu menangis takjub: 'Jika Tuhanku mampu memasukkan sebatang pohon beringin raksasa ke dalam sebutir biji buah beringin yang kecil, tentu sangat mudah bagi-Nya memasukkan gajah ke lubang jarum!' Tukang sepatu yang beriman murni itu pulang ke Vaikuntha pada akhir hidupnya.
Di hutan Prayagraj, Narada menemui seorang pemburu kejam bernama Mrigari yang gemar memanah rusa dan babi hutan hingga setengah mati agar hewan-hewan itu meregang nyawa kesakitan. Narada menyadarkannya akan hukum karma yang mengerikan. Atas bimbingan Narada, Mrigari mematahkan busurnya, menanam pohon Tulasi di tepi pondoknya, dan melantunkan Hare Krishna maha-mantra tanpa henti. Tak lama berselang, mantan pemburu bengis itu berubah menjadi orang suci yang begitu lembut hatinya hingga menyapu semut-semut kecil di jalanan dengan ujung selendangnya agar tidak terinjak saat bersujud!