📜 Narasi Kisah Suci (Katha)
Suatu hari, ayahnya jatuh cinta kepada seorang gadis nelayan bernama Satyavati. Namun ayah Satyavati menolak merestui pernikahan kecuali putra Satyavati kelak yang dijadikan raja. Melihat ayahnya merana bermuram durja, Devavrata mendatangi sang nelayan dan mengucapkan sumpah dahsyat (Bhishma-pratigya): 'Aku melepaskan seluruh hak warisku atas tahta Kuru, dan aku bersumpah menjalankan brahmacharya (hidup suci membujang) seumur hidup agar tidak memiliki keturunan yang menuntut tahta!' Para dewa dari langit menghujani bunga dan menyerukan nama baru baginya: 'Bhishma!' ('Dia yang bersumpah luar biasa dahsyat'). Sang ayah yang terharu menganugerahkannya anugerah iccha-mrityu—kemampuan memilih saat kematian sesuai kehendak batinnya sendiri.
Dalam perang besar Mahabharata di Kurukshetra, Bhishma bertempur sebagai panglima tentara Kuru. Dengan keahlian memanahnya yang menggelegar dalam suasana kepahlawanan suci (vira-rasa), Bhishma bertempur begitu dahsyat hingga memaksa Sri Krishna melanggar janji-Nya untuk tidak mengangkat senjata! Krishna melompat dari kereta Arjuna sambil membawa roda kereta perang kayu yang pecah laksana cakra Sudarshana, menerjang maju ke arah Bhishma. Bhishma meletakkan busurnya dan bersujud bersorak gembira menyambut keindahan kemarahan cinta Tuhan!
Pada hari kesepuluh perang, Bhishma roboh ditembus ratusan anak panah Arjuna melalui Shikhandi. Ratusan panah menancap begitu rapat di sekujur tubuhnya hingga tubuh beliau tersangga di atas ranjang anak panah (bed of arrows) tanpa menyentuh tanah. Saat Bhishma kehausan, Arjuna menembakkan sebutir anak panah ke perut bumi, dan seketika itu memancarlah aliran air sejuk Ibu Gangga langsung membasahi bibir putranya (Bhishma Kunda).
Selama 58 malam menanti fajar suci pergerakan matahari ke utara (Uttarayana), Bhishmadeva mengajarkan prinsip Dharma dan mewahyukan seribu nama suci Tuhan (*Sri Vishnu Sahasranama*) kepada Maharaja Yudhishthira dan Pandava. Ketika fajar tiba, diiringi kehadiran Sri Krishna di sisinya, kakek Bhishma memusatkan seluruh pandangan dan cintanya pada wajah manis Krishna, lalu melepaskan nafas terakhirnya dalam kesempurnaan rohani tertinggi!