📜 Narasi Kisah Suci (Katha)
Svayambhuva Manu memperistri Shatarupa, wanita pertama di alam semesta. Mereka memerintah dari ibukota megah bernama Barhismati di tanah suci Brahmavarta—tanah yang terbentuk dari bulu rambut yang berjatuhan saat tubuh raksasa Varaha Avatar (penjelmaan babi hutan suci) mengibaskan badannya setelah mengangkat bumi dari dasar samudra semesta.
Dari pernikahan ini lahir dua putra agung dan tiga putri berbudi luhur. Putra pertamanya, Priyavrata, menaiki kereta kencana mengelilingi bumi dan jejak roda keretanya membentuk tujuh samudra besar serta membagi bumi menjadi tujuh benua (dvipa). Putra keduanya, Uttanapada, adalah ayahanda dari anak suci Dhruva Maharaj! Ketiga putrinya adalah Devahuti (ibunda Kapila Deva), Akruti (ibunda penjelmaan Yajna), dan Prasuti (istri Prajapati Daksha).
Svayambhuva Manu menyusun kitab tatanan hukum moral bagi kesejahteraan peradaban manusia (*Manu-smriti*). Dalam siklus pergantian zaman, ketika banjir bandang pralaya melanda dunia, Tuhan Vishnu turun menjelma sebagai Matsya Avatar—seekor ikan emas bertanduk satu yang mula-mula diselamatkan oleh Raja Satyavrata di sungai Krtamala.
Saat ombak samudra purba menenggelamkan daratan, Matsya menarik bahtera besar yang membawa benih-benih kehidupan, tumbuhan obat, dan para resi suci, menambatkan talinya pada tanduk-Nya yang kokoh. Matsya Avatar melindungi kitab-kitab suci Veda dari raksasa kegelapan Hayagriva dan mewahyukan pengetahuan rohani Matsya Purana, menjaga kelestarian kebenaran bagi generasi manusia berikutnya.