📜 Narasi Kisah Suci (Katha)
Namun Yamaraja menegaskan rahasia Veda tertinggi kepada para abdinya (Yamaduta): bahwa Dharma sejati diundangkan langsung oleh Sri Krishna (*dharmam tu saksad bhagavat-pranitam*), dan siapapun yang melantunkan Nama Suci Tuhan berada di luar yurisdiksi hukuman Yamaraja! Hal ini terbukti dalam kisah Ajamila: seorang brahmana yang jatuh ke dalam dosa berat sepanjang hidupnya. Pada saat ajal tiba dan Yamaduta datang dengan jerat tali menakutkan, Ajamila menjerit ketakutan memanggil nama putra bungsunya, 'Narayana!'.
Seketika utusan Tuhan Vishnu (Vishnuduta) yang bercahaya keemasan tiba dan menghentikan Yamaduta! Vishnuduta menyatakan bahwa satu kali menyebut Nama Suci Narayana dengan tulus menghapuskan reaksi dosa jutaan kelahiran. Ajamila tersadar, menyesali masa lalunya, pergi bertapa ke Haridwar, dan akhirnya kembali ke Vaikunthaloka!
Dalam kisah Upanishad, seorang anak saleh bernama Nachiketa diutus ayahnya ke kediaman Yamaraja. Menghargai keteguhan Nachiketa yang berpuasa tiga hari di gerbangnya, Yamaraja menawarkannya tiga anugerah. Untuk anugerah ketiga, Nachiketa meminta rahasia tentang keabadian jiwa setelah kematian. Yamaraja mengujinya dengan menawarkan kekayaan emas melimpah, kerajaan duniawi, dan bidadari surga. Namun Nachiketa dengan teguh menolak: 'Semua kemewahan itu fana dan berakhir dengan kematian; hamba hanya menginginkan pengetahuan jiwa sejati!' Terharu oleh keteguhan hati anak ini, Yamaraja menganugerahkannya pengetahuan tertinggi jalan pembebasan Vaikuntha.
Yamaraja juga pernah dikutuk oleh Resi Mandavya untuk lahir ke bumi sebagai Mahatma Vidura—tokoh penasihat paling bijaksana dan pemuja murni Sri Krishna dalam wiracarita Mahabharata.