📜 Narasi Kisah Suci (Katha)
Awalnya Brahma bingung: 'Siapakah aku? Dari mana aku berasal?' Beliau menyelam ke dalam batang teratai selama ribuan tahun namun tidak menemukan dasarnya. Tiba-tiba terdengar suara suci dari angkasa: 'Ta-pa... Ta-pa...' (berarti bertapalah!). Brahma duduk bersila bermeditasi selama seribu tahun dewata. Puas dengan ketulusannya, Sri Vishnu mewahyukan seluruh pengetahuan Veda dan memberikan wewenang kepada Brahma untuk merancang planet-planet, galaksi, serta tubuh fisik para makhluk hidup.
Namun suatu ketika di zaman Dvapara-yuga, Brahma melihat Krishna kecil sedang bermain lumpur, menyantap bekal nasi bersama teman-teman gembala di tepi Yamuna. Brahma merasa ragu: 'Apakah anak kecil gembala ini benar-benar Tuhan Yang Maha Esa?' Untuk mengujinya, Brahma menggunakan kekuatan mistiknya dan menyembunyikan semua anak gembala (gopa) serta ratusan anak sapi ke dalam gua rahasia.
Sri Krishna tersenyum. Mengetahui muslihat Brahma, Krishna tidak panik. Seketika itu juga, Krishna mengekspansikan Diri-Nya menjadi seluruh anak gembala dan anak sapi itu satu per satu—lengkap dengan tongkat, seruling, tingkah laku, dan wajah yang persis sama selama satu tahun penuh!
Ketika Brahma kembali setelah satu detik waktu kahyangan (satu tahun waktu bumi), ia melihat anak-anak gembala itu masih tertidur di gua, namun pada saat yang sama mereka juga sedang bermain riang bersama Krishna di padang rumput! Seketika wujud semua anak gembala dan anak sapi itu berubah memancarkan cahaya keemasan Narayana berlengan empat. Dewa Brahma gemetar terpana, melepaskan mahkotanya, bersujud meneteskan air mata di kaki teratai Krishna, dan melantunkan madah agung Brahma-Samhita: 'Ishvarah paramah krishnah sac-cid-ananda-vigrahah / anadir adir govindah sarva-karana-karanam' (Krishna adalah Penguasa Tertinggi, sebab dari segala sebab)!