📜 Narasi Kisah Suci (Katha)
Setelah melahirkan sembilan anak perempuan dan satu anak laki-laki ilahi bernama Kapila, Kardama Muni memohon izin kepada putranya untuk melepaskan ikatan keduniawian dan pergi ke hutan bertapa sebagai sannyasi. Kapila Deva merestui ayahnya.
Kini tinggal ibunda Devahuti bersama Kapila di ashram tepi telaga suci Bindu Sarovar. Devahuti yang bijak bersujud di kaki putranya dan berkata: 'Anakku tercinta, selama ini aku telah membuang waktu terikat pada indria-indria tubuh fana. Tolong hapuskan kegelapan ilusi hatiku dan ajarkan jalan menuju pembebasan sejati (Moksha)!'
Dengan penuh kasih sayang, Sri Kapila Deva menguraikan filosofi Sankhya: analisis mendalam mengenai 24 unsur materi (panca maha-bhuta, indria, pikiran, kecerdasan, dan ego palsu), hakikat sang jiwa spiritual (Atma) yang kekal, dan Keberadaan Tertinggi (Paramatma) di dalam lubuk hati setiap makhluk.
Kapila menegaskan bahwa bhakti murni tanpa pamrih (ahaituky apratihata bhakti)—melantunkan nama Tuhan, mendengar sabda suci, dan melayani sesama makhluk sebagai tempat bersemayamnya Tuhan—adalah jalan tertinggi yang dengan seketika memotong belenggu karma! Mendengarkan ajaran suci ini, batin Devahuti menjadi jernih bagai kristal, dan beliau mencapai kesempurnaan rohani abadi di Vaikuntha.